Miras Oplosan Memakan Korban Lagi, 2 Pemuda Tanggung Tewas

0
140 views

CIAMIS: Minuman keras (miras) oplosan kembali memakan korban di Kabupaten Ciamis. Kali ini dua pemuda tanggung masing masing RZL (19) dan IMN (14) warga Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis tewas setelah minum miras oplosan.Sementara dua pemua lainnya masih dalam perawatan intensif di Puskesmas setempat.

Peristiwa itu bermula saat 11 pemuda yang masih pelajar itu pesta miras di pemakaman umum. Mereka lalu mengoplos alkohol 70 persen dengan minuman serbukk bernergi dan air mentah. Rupanya mereka tak punya uang untuk beli minuman botol yang sudah jadi. Alkohol pun kemudian dicampur dengan beberapa sachet minuman berenergi.Ya seperti extra jos dan kuku bima.

Beberapa saat kemudian, mereka mules-mules hingga empat orang dilarikan ke Puskesmas. Dua orang kondisinya semakin memburuk, hingga dibawa ke RSUD Ciamis, hingga meninggal. “Dua orang korban yang kondisinya mengkhawatirkan dirujuk ke RSUD Ciamis. Hanya saja keduanya tidak dapat diselamatkan, meninggal. RZL meninggal Senin pagi , sebelumnya yang meninggal IMN,” tutur Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panumbangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tatat Ruhiadi Widodo.

Selanjutnya polisi mengamankan 1 boks alkokol 70 persen. Selain itu juga minta keterangan Siti NW selaku pemilik warung yang menjual alkohol.

“Yang bersangkutan menjual alkohol, alasannya memenuhi permintaan warga. Alkohol tersebut untuk menyuci luka dan membersihkan peralatan elektronik,” tutur Widodo.

Terpisah salah seorang perserta pesta miras yang selamat, mengungkapkan disuruh temannya membeli dua botol alkohol 70 persen di warung. Selain alkohol juga membeli bubuk suplemen minuman berenergi.

“Saya penasaran saja, baru pertama coba, rasanya pahit dan badan langsung panas. Korban tidak hanya sekali minum. Saya hanya sekali minum, yang lain mungkin lebih dari sekali,” ungkap Rik (17).

Siti NW pemilik warung, mengaku ada pemuda membeli alkohol. Ketika ditanya pemuda tersebut mengatakan untuk mengobati ayamnya yang luka. Dia juga mengaku tidak mengetahui larangan menjual alkohol 70 persen.

“Kalau tahu untuk campuran minuman, pasti tidak dilayani. Kalau tahu dilarang, saya juga tidak akan menyediakan alkohol,” tuturnya. (indah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here