Wartawan Jangan Seperti Penyidik Saat Konfirmasi Berita

0
172

Tasikmalaya,- Dewan penasehat PWI Perwakilan Tasikmalaya Samsul Arifin mengatakan, peringatan Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari momentum mengingat kembali kelahiran dan keberadaan pers di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Pers Nasional 2016 juga mengingatkan kembali betapa penting pers, karena pers adalah jembatan informasi antara masyarakat dengan pemerintah dan begitu pula sebaliknya, kata Samsul Arifin dalam syukuran HPN di gedung PWI Tasikmalaya, Selasa (16/2) sore.

Pers juga berperan sebagai lembaga pengawasan dan kontrol sosial di tengah masyarakat. Salah satu maknanya bagi kalangan pers dan bangsa Indonesia adalah tentang peran dan keberadaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Di Tasikmalaya, saat ini keberadaan wartawan sedang disorot publik, menyusul banyaknya wartawan dan organisasi wartawan yang tidak jelas, yang mengrekrut anggotanya dari wartawan abal-abal alias wartawan CNN (Can Nulis-Nulis) termasuk WTS.

“Kita akui sejak era reformasi, sesorang untuk menjadi wartawan sangatlah gampang ibarat membalik telapak tangan, tidak seperti masih diberlakukannya SIUP untuk penertiban Perss, para pewareta harus melalui tahap-tahapan begitu pula untuk masuk anggota PWI,” kata Samsul.

Kini semua orang dapat seenaknya mengaku wartawan, bahkan membuat organisasi wartawan meskipun mereka tidak memiliki koran, bahkan mereka ke lapangan cendrung seperti penyidik ketika hendak minta konfirmasi pada nara sumber.

Hal seperti ini, sangat bertentangan dengan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) dan UU Pers no. 40/1999, ini harus ditertibkan oleh PWI bekerja sama dengan bagian Humas Pemda setempat.

Begitupula organisasi pers di Tasikmalaya menjamur dan dibuat asal-asalan melalui notaris, bahkan ada satu Organisasi Wartawan di Tasikmalaya ada dua akte notaris, dengan nama organisasi yang sama, ini sudah melanggar dan bisa digugat secara hukum,” kata Samsul Arifin._****_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here